Senin, 13 Februari 2012

Kualitas orang Kristen

Ternyata lama juga nda nulis Note di FB / di Blogku ^___^



Dua hari ini saat teduhku dari Mazmur 92 : 13

" Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon".

Singkat, iya tapi kalo kita menggali lebih dalam maka kita akan menemukan makna yang luas.

Kenapa orang benar digambarkan seperti Pohon Korma?

Ternyata, seperti habitatnya di gurun pasir Arab, biji korma dibudidayakan dengan cara unik.

Biji itu ditanam pada kedalaman 2 meter di bawah pasir. Kemudian, sebongkah batu besar seberat 100 sampai 200 kilogram sengaja diletakkan tepat di atas pasir tempat biji itu ditanam. Pertumbuhan awal biji ini adalah akarnya. Ia akan menumbuhkan akar ke bawah puluhan bahkan ratusan meter untuk mencari air! Setelah itu, barulah tunas muncul ke atas. Ia akan terus bertunas ke atas hingga mampu menjungkalkan batu penghalang di atasnya bahkan menghancurkannya. Tidak heran jika ketika pohon ini mulai bertunas, biasanya area di sekitar pohon ini menjadi oase di padang gurun.

Kemudian, kenapa bertumbuh seperti pohon aras di Libanon?

Saat ini pemerintah Libanon menyatakan pohon aras adalah pohon yang dilindungi sebab pohon ini termasuk pohon yang sangat langka di dunia. Pohon Aras dalam pertumbuhannya bisa mencapai tinggi hingga 40 meter dan lingkar kayu hingga 2,5 meter (Bdk Yeh. 313-7). Kayu aras sangat keras dan dianggap jenis kayu terbaik dibanding jenis kayu lainnya. Sekalipun pohonnya mati, kayunya tidak pernah lapuk oleh air. Semakin tua usia kayu aras, ia semakin kuat dan keras. Keunikan lain dari pohon ini adalah kemampuannya untuk menghasilkan getah yang berbau harum. Makanya raja Salomo juga menggunakan jenis kayu terbaik ini saat membangun Bait Suci dan juga istananya (II Sam 5:11; I Taw 14:1).

Kualitas orang Kristen ditunjukkan dari pertumbuhannya, seperti Pohon Korma yang terus menumbuhkan akarnya untuk mencari air seharusnya kita juga suka mencari Firman Tuhan sebagai makanan rohani kita.

Untuk memiliki kualitas kita juga harus memiliki bangunan rohani yang kuat, hidup dalam kebenaran Firman Tuhan sehingga tidak mudah terpengaruh atau diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran yang menyesatkan (Ef. 4:13-15) dan kehidupan kita harus menebarkan bau harum (Ef. 5:2) serta menghasilkan buah seiring dengan pertumbuhan iman. (Mat 3:8; Yak 1:4).

Menyadari bahwa sampai saat ini kita masih terjuang mengejar keserupaan itu, semoga renungan ini mengingatkan kita, sehingga pada akhirnya kita seperti pelari yang mencapai garis finish dan memperoleh suatu mahkota yang abadi (I Kor 9: 24-27)

Gbu all..............

Rabu, 01 Februari 2012

Hidup itu seperti roda...

Hidup itu seperti Roda yang terus berputar, kadang kita di atas, kadang kita di bawah, dan aku mempercayai itu semua. Tapi di atas semua itu, aku percaya bahwa ada selalu rencana TUHAN yang indah pada waktu-Nya. Hidupku sendiri tidak selalu mulus, ada saat maju, ada saat mundur atau bahkan bertahan, tapi ketika aku melihat lagi, aku melihat tangan TUHAN yang tidak pernah berhenti menolong, melewati satu demi satu dan naik ke tahap selanjutnya.
Ketika padaku ditanyakan apakah target hidupku, selama ini selalu ku jawab dengan mengalir saja seperti air, tapi aku juga selalu ingat bahwa air mengalir punya muara. Hari ini aku belajar :
Pertama, Ketika kita menduduki suatu jabatan, kita juga harus siap bahwa suatu waktu kita harus melepasnya untuk orang lain yang mungkin lebih baik lagi dari kita.
Kedua, Punya cita-cita itu perlu, tapi untuk mencapainya ada harga yang harus dibayar, contohnya ni, aku mo lanjut sekolah lagi dan aku punya kelemahan dalam bahasa Inggris, jadi selama 2 tahun ke depan, aku ingin memperbaiki bahasa Inggrisku. Oh ya, melanjutkan pendidikan buatku bukan sekedar dapat gelar, tetapi aku memang ingin belajar lagi.
Ketiga, Bahwa ternyata, aku tidak akan lagi menurunkan standarku dalam hal pasangan hidup, entah sekarang atau nanti tidak ada pria seperti kriteriaku, aku percaya bahwa TUHAN selalu setia dengan janji-Nya untuk memeliharaku. Kepuasan hidupku tidak ditentukan oleh ada atau tidak ada pasangan, tetapi karena TUHAN.