Senin, 01 Agustus 2011

Weekend




Setiap orang butuh liburan, termasuk aku ^_^
walaupun kondisi keuangan nda terlalu bagus dan nda punya gambaran akan lokasi yg dituju, akhir bulan Juli kemaren aku dan keempat temanku nekad berlibur ke Sampit cuma buat datang ke pantai Ujung Pandaran dan Pantai Sei Bakau.
Bermodal foto dari internet yang seadanya dan ada teman kuliahku yg kebetulan orang Sampit berangkatlah kami.

Perjalanan ke Sampit bisa menggunakan Bis atau Travel dengan lama perjalanan kurang lebih 4 jam dan dari Sampit menuju Pantai Ujung Pandaran dan Pantai Sei Bakau menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dengan menyewa mobil atau menggunakan mobil pribadi. Dan sebaiknya kondisi kendaraan yang digunakan harus diperiksa juga sebelum berangkat karena kita tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi diperjalanan dan jangan lupa bawa ban serep.



Sekedar info juga, kalau mau berangkat dari pagi dan berencana pulang sore sebaiknya membawa makanan dari rumah, karena kalau kita pergi diluar musim liburan agak kesulitan mendapatkan makanan. Walaupun ada seperti sebelum Pantai Ujung Pandaran yaitu di daerah Samuda atau sebelum Sei Bakau tapi dengan pilihan makanan yang terbatas seperti mie + telur ^__^


Untuk wisata Pantai Sei bakau, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Daerahnya yaitu jembatan layang yang menghubungkan ke Pantai yang akan membuat orang tua khawatir mengajak anak-anaknya atau bagi orang yang sudah tua agak susah untuk mencapainya karena sudah lapuk dan tidak diperbaiki. Mungkin sudah jadi hal biasa karena seringkali pemerintah mengabaikan karena tidak ada biaya padahal, kalau dikelola dengan baik bisa menambah PAD. Yah, mungkin bagi pemerintah juga, masyarakat ini mudah menilai dan mengusulkan he..he.. dilihat dari kacamata yg berbeda.



Pada akhirnya, betapa kubersyukur dikasih kesempatan ma Tuhan untuk melihat karya-Nya atas dunia ini. Melihat alam yang indah dan melihat satu lagi daerah baru di daerah bumi Borneo...

Rabu, 15 Juni 2011

25





25 tahun yang lalu aku dilahirkan, sebagai anak kita tidak mungkin memilih siapa yang akan menjadi orang tua kita, di negara mana kita tinggal, bagaimana wajah kita, tapi setiap orang dilahirkan dengan tujuan yang TUHAN inginkan untuk kita kerjakan. Di usia 25 tahun ini, aku masih belum menjadi atau belum mengerjakan kehendak TUHAN dalam hidupku, masih sering membuat orang tuaku kecewa atau bahkan membuat mereka menitikkan air mata. Tapi di usia 25 tahun ini juga TUHAN sudah memberi banyak pertolongan, pelajaran, kekuatan dan harapan bahkan hal-hal yang di luar akal pikiranku sebagai manusia. Jika aku melihat ke belakang dan melihat perjalanan hidup selama 25 tahun ini, aku dibuat tercengang oleh-NYA.

25 tahun adalah sebuah usia yang matang bagi setiap orang, buatku usia adalah pertambahan hari dan hitungan angka, aku merasa masih bayi secara rohani yang masih membutuhkan susu dan bubur belum mampu menguyah makanan berat. Ada banyak hal di hidupku selama 25 tahun ini yang tidka kugunakan untuk mengerjakan kehendak TUHAN, bahkan aku masih belum mengerti jelas apa tujuan hidupku di dunia ini, selain untuk memuliakan DIA.

25 tahun mungkin bagi sebagian orang adalah waktunya untuk memasuki jenjang pernikahan, tapi buatku yang masih belum memiliki pasangan ini, usia 25 mungkin awal dari usia rawan kepanikan he..he..he.. tapi bersyukur kepada TUHAN yang masih menyimpan hatiku untuk seseorang yang Dia sediakan. Akhir-akhir ini, saya memang memikirkan tentang pasangan hidup ini, jujur anak-MU tidak punya bayangan tentang itu semua, rasanya ada sesuatu yang belum anak-Mu selesaikan sehingga bagian itu terkadang terlupana, bahkan anak-Mu mendoakannya hanya sekedarnya.

25, bagaimanakah aku memandangmu?
haruskah aku takut, cemas, bahagia, bingung, panik dan berbagai macam perasaan yang bercampur aduk?
25, aku ingin hidupku tidak hanya berhenti di angka ini, aku ingin ada banyak tahun lagi dalam hidupku, sehingga aku yang tidak sempurna ini bisa menjadi serupa dengan Tuhan Yesus.
25, semoga bisa membuatku memandang hidup ini sebagai kesempatan untuk mengerjakan yang terbaik, mengejar masa depanku, membuka hati untuk seseorang yang Tuhan sediakan, menggerakkan hati untuk memiliki keterbebanan melihat pergumulan pemberitaan Injil, membuka mata terhadap ladang pelayanan, bersungguh-sungguh berdoa, membawa perubahan bagi keluarga dan di lingkungan kerja.

25, selamat datang...
selamat datang kepada bertambahnya umur yang tidak bisa dihindari.
selamat datang untuk keberanian memandang masa depan.
selamat datang sekali lagi, aku siap ^__^
Selamat Ulang Tahun ke-25 untuk diriku sendiri
Semoga Tuhan terus tambahkan umur, memberi kebijaksanaan, menjawab setiap doa dan harapan dan yang terutama hidup dengan visi untuk kemuliaan TUHAN.

Senin, 13 Juni 2011

Lord,
I Pray for a man, that will be a part of my life
A man that relly loves YOU more than everything
A man that will put me in the second place of his heart
A man that lives not for himself but for YOU
The most important is
I Want a heart that really loves and thirsty of YOU
And have a desire to be like JESUS
And he must know for whom and for what he lives
So his life is not useless
Someone that has a wise heart
Not only a smart brain
A man that not only loves me but also respect me
A man that not only adores me
But can warn me when I am wrong
A man that loves me not because of my beuty but my heart
A man that can be my best friend in every time and situation
A man that make feel like a woman when I am beside me

I do not ask for a perfect me
But I ask for an imperfect man

A man that needs my support for his strength
A man that needs my prayer for his life
A man that needs my smile to cover his sadness
A man that needs my love so he feels being loved
A man that needs me to make his life beautiful

And I also ask
Make me be a woman that can make him proud
Give me herat that really LOVES YOU
So I can love him with Your Love
Not love him with my love
Give me Your gentle spirit
So my beauty does not come from my outside but comes from YOU

Give me Your hands
That I always be able to pray for him

Give me Your eyes
So I can see many good things in him
And not the bad one
Give me Your mouth that is filled with Your word
Of wisdom and encouragement
So I can support him everyday
Give me Your lips and I will smile at him every morning

And I want that when we finally meet
Both of us can say
How great Thou Art
I know that YOU want us to met at the right time
And You will make everything beautiful in Your time
Amen
(Grace Suryani Tioso)

Sabtu, 28 Mei 2011

LAJANG





Berhenti berpikir untuk menjemput pangeranmu atau bertindak lebih dahulu, diam dan tunggu ALLAH yang bertindak dan lihat apa yang TUHAN bisa lakukan.
Hal tersulit untuk dilakukan justru adalah diam dan menunggu tanpa melakukan apa-apa.
Beberapa kali aku dekat dengan "someone" dan berpikir orang itu istimewa, tapi kenyataannya semakin dekat dengan orang tersebut, semakin aku melihat bahwa "dia" bukan seperti kriteria yang aku miliki. Dan melupakan adalah proses yang tersulit, berulang kali aku mencoba berkompromi dengan kriteriaku, tapi aku tau itu bukan yang TUHAN kehendaki, dan TUHAN punya cara untuk menjauhkan orang tersebut dariku, walaupun mungkin aku sendiri bergerak memberi sinyal he..he.. dan itu jelas salah.
Terlalu pemilih mungkin itu kesan yang di lihat oleh orang yang tidak mengerti, tapi bagiku pernikahan adalah hal kedua terpenting setelah keselamata. Pernikahan bukan untuk coba-coba karena tidak ada jalan kembali lagi, pernikahan adalah mengerjakan tujuan TUHAN, bukan sebatas beranak cucu dan memenuhi bumi.
Sempat terpikir untuk melajang, atau sampai sekarang masih memikirkan apakah panggilanku untuk melajang ^__^ TUHAN jelas lebih mengerti kesusahan apa yang akan aku alami, pandangan tidak mengerti dari orang lain, pandangan bahwa melajang adalah sebuah kutukan, padahal dalam Alkitab jelas mengatakan bahwa melajang adalah sebuah karunia. I Kor 7 :23 terjemahan Alkitab Versi The Message menerjemahkan :

"Aku ingin sedapat mungkin engkau hidup bebas dari kekuatiran. Jika engkau tidak menikah, egkau dapat dengan bebas berkonsentrasi hanya untuk menyenangkan TUHAN. Pernikahan membuatmu mengalami semua jenis kesulitan, terlilit kehidupan rumah tangga dan ingin menyenangkan pasangan hidupmu, yang akhirnya menuntut lebih banyak perhatianmu. Waktu dan energi yang dihabiskan oleh orang-orang yang menikah untuk saling mengasihi dan membangun dapat digunakan oleh mereka yang tidak menikah untuk menjadi... alat-alat ALLAH yang kudus".

Tidak usah untuk berpikir melajang, dengan status jomblo seperti sekarangpun, aku bisa merasakan kekuatiran orang-orang di sekelilingku, seolah-olah aku sedang menderita pennyakit parah dan harus segera disembuhkan. TUHAN, aku sedang mencari jawaban, dan kadang aku merasa waktu TUHAN begitu lambat dan aku ingin mempercepat prosesnya, tapi sekali lagi aku diajarkan ketika melihat buah yang dikarbit agar cepat matang memang berbeda dengan buah yang memang matang di pohon sesuai waktunya. Indah pada waktu-NYA Tuhan semua yang sudah Engkau sediakan...

Kamis, 26 Mei 2011

Catatanku





Saat ini, aku sedang membaca buku Passion and Purity dari Elizabeth Elliot.
Mungkin, aku terlalu naif memandang segala sesuatu, tapi karena itulah aku membaca buku ini. Ada kata-kata yang buat aku sangat berkesan : "Pernikahan itu seperti Istana di tengah lautan" Kita yang melihatnya tampak indah tapi bagi orang yg mengalaminya itu seperti penjara. Tapi aku percaya, jikalau kita menikah dengan orang yang disiapkan TUHAN maka kebalikannyalah.

Lalu aku berpikirb tentang pernikahan, apakah aku sendiri menyiapkan diri seperti mempelai perempuan yang menunggu kedatangan mempelai pria? Beberapa waktu ini adalah perenungan mendalam, melihat akan keberadaan diri, apa yang aku mau dll.
Apakah ketika aku menulis tentang kata-kata rohani menjadikan aku rohani?
dan apakah itu menimbulkan ketakutan bagi pria-pria yg mencoba mendekatiku,
beberapa orang mengatakan aku baik, bukan cantik atau menarik dan itu menjadi pemikiranku, ditengah dunia yang memebri label cantik sebagai tolak ukur, jadi dimanakah sebenarnya letak label baik? atau itu hanya sekedar cara lain untuk mengatakan penolakan secara halus.

27 Mei 2011 - I Petrus 3 : 3
"Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengpang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tentram, yang sangat berharga di mata ALLAH".

Terima kasih karena ALLAH selalu mengingatkanku melalui saat teduh, ketika pikiranku dipenuhi dengan bermacam hal yang membuat aku melupakan bahwa ada TUHAN yang selalu menyertai, DIA mengingatkanku, manusia boleh melihat dan menilai secara fisik, tapi "dia" yang TUHAN sediakan akan bisa mellihat diriku seutuhnya dan menerima setiap kekurangan dan kelebihanku, sebagaimana aku juga belajar menerima kekurangan dan kelebihannya.

Senin, 23 Mei 2011

Menunggu ^^



TUHAN, aku telah mengatakan ya untuk selama-lamanya.
Biarlah aku tidak akan pernah menengok ke belakang
setelah aku meletakkan tanganku pada bajak.
Luruskanlah Jalan Salib bagiku.
Berikanlah kepadaku kasih,
sehingga tidak akan ada ruang untuk pikiran atau langkah yang tidak patuh.

__ Elisabeth Elliot ___



Aku mencari seorang pria dewasa dan seorang raja.
Seorang raja untuk dunia yang indah yang disebut Rumah,
Dan seorang laki-laki dewasa yang pencipta-Nya, yaitu Allah,


1 ilustrasi. Saya bisa mengangkat 1 meja sendirian, saya bisa kerjakan itu sendiri. Tapi kalo ada yang bantu saya, tugas saya lebih ringan.

Saya setuju dengan ilustrasi itu. Lalu Tuhan kasih insight baru kepada saya. Kalau saya butuh waktu 10 menit, dan mengeluarkan kalori 100 kal untuk mengangkat 1 meja sendirian, kalau saya angkat 1 meja berdua mungkin saya ngga perlu mengeluarkan kalori sebanyak itu. Kalau saya sendirian 10 menit cuman bisa angkat 1 meja, kalau berdua 10 menit mungkin bisa angkat 3 meja.

Waah iya ya … kok ngga kepikir! Kalau saya dulu pelayanan sendiri bisa menjangkau kira-kira 4 - 5 org, kalau berdua minimal 2 kalinya. Saya pikir, hemm ini bisa jadi sangat efektif.

bahwa dengan bener-bener mencintai Tuhan saya baru bisa mencintai orang lain. Dan ketika saya mencintai orang lain dengan benar pada waktu itulah saya menunjukkan cinta saya kepada Tuhan. *2 hukum yang terutama. Kasihilah Tuhan dan kasihilah sesamamu.*

Perasaan (passion) adalah sebuah medan perang. Sang Kekasih Jiwa tidak menghentikannya. Itu membuat aku merasa bingung dan tidak mengerti, karena menurutku semestinya IA menghentikannya *menurut saya juga begitu, Madam!!*, tapi Dia tidak menghentikannya. Dia mau kita belajar untuk mengunakan senjata kita.

“Menanti akan Tuhan membutuhkan kerelaan untuk menanggung ketidak pastian, membawa di dalam diri kita pertanyaan yang tidak terjawab, mengangkat hati kepada Tuhan apapun yang muncul di dalam pikiran kita.

Hanya dekat pada Allah saja aku tenang. Dari pada-Nyalah keselamatanku.

Percayalah kepada Dia setiap waktu, hai umat. Curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya, Allah ialah tempat perlindungan kita. (Mazmur 62:1,8)

Tempat perlindungan dari ketakutan akan kehilangan suatu benda berharga yang bernama cinta. Tempat perlindungan dari ketakutan akan hidup dengan kesepian tanpa seseorang I believed I could ever love.”

Masih dari Passion and Purity, ada 1 kutipan dari Ruth Stull

“When my life is broken when given to Jesus, it is because pieces will feed a multitude, while a loaf will satisfy only a little lad (seorang anak kecil).”